Minggu, 28 Februari 2010

BISNIS MAK NYUZ.....

Kalau boleh pinjam slogannya Pak Bondan, bisnis makanan merupakan bisnis yang cukup mudah untuk mendatangkan keuntungan. Apalagi setiap manusia tetap membutuhkan makan. Pertanyaan yang muncul dari calon pelaku bisnis adalah "Darimana saya dapatkan modal awal? Bagaimana risikonya? Berapa keuntungan sebulan? Apakah lebih besar daripada kalau menjadi karyawan?
Menjawab berbagai pertanyaan tersebut, ada contoh riil yang bisa diikuti. Khususnya bagaimana pelaku bisnis mendapatkan modal awalnya. Ambil contoh warung makan "GNB" atau Gardu Nasi Bakar yang beralamatkan di Jl KHA Wachid Hasyim Bantul (utara SMA 1 Bantul). Para pelaku bisnis tersebut mendapatkan modal dengan cara "urunan". Pemilik yang merupakan teman SMA memiliki komitmen bersama untuk membangun bisnis bersama. Prinsip mereka bahwa jika kita naik bersama maka jatuh pun tak akan terasa.
Selaku penulis dan sebagai masyarakat Bantul, saya cukup salut dengan pemuda-pemudi yang memiliki keinginan kuat untuk mencapai kebebasan finansial. Pemilik yang semuanya sudah menjadi karyawan, tetap memiliki keinginan untuk membangun bisnis. Mereka berusaha untuk menciptakan sesuatu yang berbeda di daerahnya (nasi bakar masih jarang di Bantul). Alasan tersebut didukung dengan kualitas produk memunculkan harapan bahwa bisnis yang mereka bangun dapat berjalan lancar dan dapat memenuhi cita-cita mereka.
Bagi para mahasiswa, bersiaplah menjadi pemilik bisnis. Berpikirlah berbeda dengan orang lain, ciptakan keinginan kuat untuk membangun perekonomian Indonesia. Kurangilah pengangguran, entaskan kemiskinan. Terlalu berlebihan, namun itulah yang saat ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Hidup MAHASISWA.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar